Diary... perih, sakit, marah semuanya campur menjadi satu..tapi apa daya kucoba menjaga lisanku agar tak bicara kasar kepadanya. Sebaliknya dengan naifnya aku malah menyemangati dia agar dia berjuang bisa mendapatkan cinta yang memang benar-benar dia idamkan.
Diary..kamu tau gak aku sangat mencintai zivo, bahkan cintaku lebih besar dari apapun. Tapi ternyata zivo tak mencintaiku, saat ini dia masih mencintai perempuan lain. Aku tau itu dari sahabatnya zivo sendiri. Dia bilang "abang zi mencintai perempuan yang sudah punya cowok dan dia sangat sayang ma perempuan itu meskipun perempuan itu sering ketus ma dia saat ditelpon olehnya". Gak kebayang sakit dan perihnya kayak apa...sudah kuberikan seluruh cintaku untuknya, tapi apa daya dia memang gak menginginkan cintaku, dia menginginkan cinta perempuan itu...Tuhan beri aku keadilan. Pikiranku kembali menerawang kejadian 5 tahun lalu.
"Innalillahi wa inna lillahi rojiun telah meninggal dunia zivo raista utama karena sakit kanker otak"(sms dari zivo)
Ya Allah...hancur banget perasaanku, tapi aku tau saat itu zi masih hidup, dia cuma bohong kepadaku, tu cuma buat alasan dia tinggalin aku. Akhirnya aku berusaha mengiba, dan emang benar ternyata zivo masih hidup. Setelah rencana pertama gagal, zivo kemudian mencoba denga alasan kedua, dia ganti nomor dan bilang hp-nya hancur jatuh. Ya Allah...saat itu aku pasrah, aku cuma bisa menghubungi sodaranya yang kuliah di Jogja,sodaranya yang bernama Ai terus memberiku semangat.
Bulan November 2005 dengan modal niat aku mencari zivo ke Jogja karena saat itu memang ultah jadian kami, kubawakan dia boneka doraemon, dan malang menimpaku.Aku pada saat itu mencari zivo ke kostnya saudaranya yang bernama Ai, tapi ternyata Ai gak ada, sedang mudik ke Medan dan Antok laki-laki yang aku manfaatkan untuk menemaniku mencariku saat itu memaksaku menerima cintanya. Dari situlah semua bencana datang, malang dan duka sering menemaniku.
Selang 3 bulan aku telpon Ai..Ai minta maaf atas kelakuan zivo, dan pada saat itu juga zivo datang lagi, dia menawarkan cintanya lagi padaku, tapi lukaku terlalu dalam, aku gak bisa menerima dan pada saat itu aku tau kalo dia juga menjalin hubungan dengan Riska, saat itupun aku sadar kalo dia meningglakanku cuma untuk Riska. Aku gak bisa memaafkannya. Dia gak bisa menghargai kasih putihku.
Diary...aku ingin sekali Tuhan adil padaku, bukankah Dia yang mempertumakan aku kembali dengan Zivo, dan bukankah Dia juga yang mempersatukan kami kebali dan sekarang memisahkan kami kembali. Tapi kenapa saat perpisahan itu entah dulu atau sekarang selalu aku yang tersakiti?? Zivo gak pernah bisa membuka mata hatinya kalau aku benar-benar mencintainya, gak peduli apapun yang dikatakan orang tentang "playboy" nya, bukankah hanya aku yang menerima saat dia gak mau aku telpon?? Tuhan beri aku keadilan atas nama cinta...
Diary..kamu tau gak aku sangat mencintai zivo, bahkan cintaku lebih besar dari apapun. Tapi ternyata zivo tak mencintaiku, saat ini dia masih mencintai perempuan lain. Aku tau itu dari sahabatnya zivo sendiri. Dia bilang "abang zi mencintai perempuan yang sudah punya cowok dan dia sangat sayang ma perempuan itu meskipun perempuan itu sering ketus ma dia saat ditelpon olehnya". Gak kebayang sakit dan perihnya kayak apa...sudah kuberikan seluruh cintaku untuknya, tapi apa daya dia memang gak menginginkan cintaku, dia menginginkan cinta perempuan itu...Tuhan beri aku keadilan. Pikiranku kembali menerawang kejadian 5 tahun lalu.
"Innalillahi wa inna lillahi rojiun telah meninggal dunia zivo raista utama karena sakit kanker otak"(sms dari zivo)
Ya Allah...hancur banget perasaanku, tapi aku tau saat itu zi masih hidup, dia cuma bohong kepadaku, tu cuma buat alasan dia tinggalin aku. Akhirnya aku berusaha mengiba, dan emang benar ternyata zivo masih hidup. Setelah rencana pertama gagal, zivo kemudian mencoba denga alasan kedua, dia ganti nomor dan bilang hp-nya hancur jatuh. Ya Allah...saat itu aku pasrah, aku cuma bisa menghubungi sodaranya yang kuliah di Jogja,sodaranya yang bernama Ai terus memberiku semangat.
Bulan November 2005 dengan modal niat aku mencari zivo ke Jogja karena saat itu memang ultah jadian kami, kubawakan dia boneka doraemon, dan malang menimpaku.Aku pada saat itu mencari zivo ke kostnya saudaranya yang bernama Ai, tapi ternyata Ai gak ada, sedang mudik ke Medan dan Antok laki-laki yang aku manfaatkan untuk menemaniku mencariku saat itu memaksaku menerima cintanya. Dari situlah semua bencana datang, malang dan duka sering menemaniku.
Selang 3 bulan aku telpon Ai..Ai minta maaf atas kelakuan zivo, dan pada saat itu juga zivo datang lagi, dia menawarkan cintanya lagi padaku, tapi lukaku terlalu dalam, aku gak bisa menerima dan pada saat itu aku tau kalo dia juga menjalin hubungan dengan Riska, saat itupun aku sadar kalo dia meningglakanku cuma untuk Riska. Aku gak bisa memaafkannya. Dia gak bisa menghargai kasih putihku.
Diary...aku ingin sekali Tuhan adil padaku, bukankah Dia yang mempertumakan aku kembali dengan Zivo, dan bukankah Dia juga yang mempersatukan kami kebali dan sekarang memisahkan kami kembali. Tapi kenapa saat perpisahan itu entah dulu atau sekarang selalu aku yang tersakiti?? Zivo gak pernah bisa membuka mata hatinya kalau aku benar-benar mencintainya, gak peduli apapun yang dikatakan orang tentang "playboy" nya, bukankah hanya aku yang menerima saat dia gak mau aku telpon?? Tuhan beri aku keadilan atas nama cinta...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar